Kamis, 07 Januari 2016

Motor Disel

SISTEM BAHAN BAKAR

Fungsi sistem injeksi bahan bakar mesin diesel yaitu:
o  Menyimpan bahan bakar
o  Menyaring bahan bakar
o  Memompa atau menginjeksi bahan bakar ke dalam ruang bakar
     silinder mesin
o  Mengabutkan bahan bakar ke dalam ruang bakar silinder mesin
o  Memajukan saat penginjeksian bahan bakar
o  Mengatur kecepatan mesin sesuai dengan bebannya melalui
     pengaturan penyaluran bahan bakar
o  Mengembalikan kelebihan bahan bakar ke dalam tangki  bahan

     bakar

KOMPONEN SISTEM BAHAN BAKAR
nTangki bahan bakar (fuel tank)
nSaringan bahan bakar dan water sedimeter
nPompa pemindah bahan bakar (Priming dan feed pump)
nPompa injeksi bahan bakar (fuel injection pump)
nPipa-pipa injeksi bahan bakar (fuel injection lines)
nInjektor (fuel injector)
nPipa-pipa pengembali bahan bakar (fuel return lines)
nPengatur kecepatan (governor)
nPengatur untuk memajukan saat injeksi otomatis (advancer/automatic timer)

CARA KERJA PLUNYER
1. Plunyer pada posisi TMB (titik mati bawahSolar masuk dari ruang isap pompa injeksi   
      melalui lubang pemberi keruang barel
2. Langkah awal
    Plunyer  bergerak keatas, alur bagian atas lunyer menutup lubang pemberi
3. Langkah penekanan
    Plunyer menekan solar keatas sampai katup penyalur membuka
4. Langkah akhir (TMA)
    Alur pengontrol berhubungan dengan lubang pemberi, sisa solar yang bertekanan tinggi
     kembali keruang isap pompa injeksi

DELIVERY VALVE
Fungsinya untuk mencegah bahan bakar dalam pipa tekanan tinggi mengalir
Ke plunger dan menghisap bahan bakar dari ruang nozzle setelah penyemprotan.

GOVERNOR
MACAM-MACAM GOVERNOR
1. Governor Pnematik
  Governor pneumatik bekerja tergantung kevakuman didalam venturi.
  Kevakuman yang ditimbulkan untuk meregulasi putaran mesin » 40 – 80 milli bar.
  Governor pneumatik dapat meregulasi setiap putaran (putaran idle – putaran maksimum) dan digunakan pada motor Diesel  ukuran kecil yang mempunyai putaran tinggi.
Governor pneumatik dibagi dalam dua bagian utama :
a. Bagian venturi yang dipasang pada saluran isap mesin.
b. Bagian blok membran yang dipasang pada pompa injeksi
Bagian-bagian utama pada pneumatik governor :
1. Saringan udara
2.Venturi ( utama dan tambahan )
3.Throtel valve
4.Tuas penyetel
5.Saluran vakum
6.Pegas pengatur
7.Ruang vakum
8.Membran
9.Ruang atmosfer
10.Ventilasi ruang atmosfer
11.Batang pengatur
2. Governor Mekanik
Prinsip dasar governor mekanik
1. Saat Putaran Idling
            Bila mesin berputar lambat (idle),gaya centrifugal yang terbentuk belum mampu untuk menekan pegas (spring)atau dengan kata lain gaya centrifugal yang terbentuk sangat kecil,dengan demikian fuel contrl rack belum dapat bergerak
2. Saat Putaran Tinggi
Bila kecepatan mesin bertambah,gaya centrifugal yang terjadi  akan bertambah besar sehingga mampu menggerakkan flyweight ke arah luar. Gaya centrifugal yang terjadi ini sekarang mampu untuk menekan pegas (spring). Dengan tertekannya pegas oleh gaya centrifugal maka fuel control rack akan bergerak ke arah kiri (lihat gambar 2 -25), fuel control rack ini akan berhenti bergerak apabila gaya centrifugal sudah setimbang dengan gaya pegas.

Keuntungan.
Dibandingkan dengan governor pneumatic, governor gabungan mempunyai
keuntungan sebagai berikut :
ØPutaran maximum diatur oleh governor mekanis, sehingga bila dibandingkan dengan           governor pneumatic yang pengaturannya hanya akibat perbedaan tekanan pada venturi,      maka pengaturanputaran maximum lebih stabil.
ØApabila perbedaan tekanan yang terjadi pada venturi kecil akibat keadaan atmosfir atau saringan udara tersebut, governor pneumatic akan menambah kecepatan maximum dikarenakan efek perbedaan tekanan. Pada  governor gabungan (combined governor) hampir tidak mempenganruhi putaran maximum.
ØPada governor pneumatic, putaran maximum diatur dengan adanya perbedaan tekanan di dalam venturi, untuk mendapatkan perbedaan tekanan yang cukup diperlukan diameter venturi yang  kecil, sama artinya menutup katup sayap (buttery valve) pada luas tertentu. Pada combined governor putaran maximum diatur oleh mechanical governor,sehingga diameter venturi dapat  dibuat lebih besar dan katup sayap dapat dipertahankan pada posisi terbuka  penuh. Jadi,efisiensi pengisapan udara pada kecepatan tinggi akan lebih baik dibanding dengan governor pneumatic dan  menambah tenaga output.

SISTEM  PEMANAS AWAL (PREHEATING SYSTEM)
Keistimewaan
1. Memperbaiki  Kemampuan Start.
     Apabila kunci kontak diempatkan pada posisi Start, akan menyebabkan EDIC motor menarik governor stop lever ke arahpenambahan injeksidengan demikian menetapkan bahan bakar pada injeksi maximum dan
      mempermudah start
2. Dapat Mematikan Mesin Melalui Kontak
      Pada kendaraan yang dilengkapi dengan EDIC. Menetapkan Kunci Kontak 
      pada posisi OFF, akan menyebabkan motor bekerja dan mendorong
      governor stop lever k earah pengurangan injeksi, dengan demikian
      memutuskan bahan bakar dan secara otomatis mematikan mesin.
      Pada kondisi bahan bakar terputus ini akan tetap dipertahankan setelah
      mesin dimatikan, dimana mesin tidak dihidupkan dengan sendirinya
      walaupun kendaraan didorong dari luar.
Mencegah Putaran Membalik
      Bila putaran mesin membalik pada kendaraan yang dilengkapi dengan
      EDIC, penurunan tekanan oli dideteksi oil pressure switch dan
      menyebabkan control box akan memuatarkan EDIC motor. Governor stop
      lever akan mendorong ke arah pengurangan bahan bakar dan menyetop
     aliran bahan bakar sehingga mesin akan mati.











2. Saat Putaran Tinggi
2. Saat Putaran Tinggi

Selasa, 17 Februari 2015

OH ENGINE

Petunjuk
1. Set cylinder
(1) Gunakan jangka sorong, ukur cylinder bore
dan dapatkan dimensi standar.
(2) Set batang penggantian dan washer penyetel
sehingga gauge akan menjadi 0.5 ~ 1.0mm lebih
panjang daripada cylinder bore. (Batang-batang
penggantian ditandai dengan dimensi-dimensinya
(tersedia dalam 5mm kenaikan). Gunakan panjangpanjang
ini sebagai referensi untuk memilih batang
yang tepat. Lalu, lakukan penyetelan dengan menggunakan
washer penyetel.
(3) Tekan kumparan sekitar 1mm saat dial
gauge terpasang pada bodi cylinder gauge

Cylinder Gauge
2. Kalibrasi nol cylinder gauge
(1) Set micrometer ke dimensi standar yang didapat
oleh jangka sorong. Pasang kumparan mikrometer
dengan klem.
(2) Gerakkan gauge dengan cara menggunakan batang
pengganti sebagai titik tumpu.
(3) Set titik nol cylinder gauge (titik dimana penunjuk
dial gauge berputar ke belakang pada sisi pendek
probe)

3. Pengukuran cylinder bore
(1) Tekan dengan lembut guide plate dan secara hati-hati
masukkan gauge ke dalam cylinder bore.
(2) Gerakkan gauge untuk mencari posisi dengan
jarak terpendek.
(3) Baca dial pada posisi dengan jarak
terpendek.

4. Membaca nilai pengukuran
(1) Baca sisi perpanjangan
x + y
(2) Baca pada sisi perpendekkan
x - z
x : Dimensi standar
(Nilai micrometer )
y : Pembacaan gauge( sisi)
z : Pembacaan gauge( sisi)
Contoh:
87.00(x) - 0.05(z)=86.95mm
PETUNJUK:
(1) Ikuti petunjuk pada buku pedoman reparasi untuk
posisi pengukuran.
(2) Dapatkan nilai oval* dan runcing dari dimensi
cylinder bore.
Oval : A' - B' (A'>B')
:a' - b' (a'>b')
Runcing : A' - a' (A'>a')
:B' - b' (B'>b')
* Cylinder bore dibentuk ke dalam lingkaran yang akurat.
Namun, sisi dorong piston, yang ditekan dari sisi atas
silinder dan piston yang terkena temperatur dan tekanan
tinggi. Untuk alasan inilah, maka cylinder bore
dapat menjadi oval atau runcing sebgaian.


Minggu, 11 Januari 2015

BATERAI

Baterai BATERAI

merupakan bagian dari kelistrikan mesin. Kelistrikan mesin pada sistem kelistrikan mobil digunakan untuk menghidupkan mesin dan menjaga agar mesin dapat tetap hidup. Baterai berfungsi untuk menyediakan sejumlah arus kepada komponen kelistrikan motor seperti motor, lampu-lampu dan sebagainya.
Pemeriksaan baterai yang masih terpasang pada mobil pemeriksaan electrolite (air aki) dapat dilakukan dengan menggoyangkan body kendaraan dan ini akan terlihat tinggi air akinya. Bila anda akan menambah air aki, diisi cukup sampai tanda “upper” saja dan jangan diisi berlebihan.  
PEMERIKSAAN 
1) Lepaskan kabel negatif (massa) terlebih dahulu, kemudian lepaskan kabel positifnya. Bila kabel positif        dilepaskan terlebih dahulu akan terjadi percikan api, dan bila kunci pas yang digunakan menyentuh terminal    atau body. Berhati-hati melepaskan kabel agar tidak merusak terminal, kendorkan mur pengikat kleman terlebih  dahulu, kemudian tarik kabelnya ke atas.
2) Angkat kotak baterai tegak lurus ke atas, dan jangan miring sebab elektrolit akan mengalir
    keluar. Bila anda membawa baterai posisikan kedua tangan dibawah kotak baterai.
3) Karat pada terminal baterai. Bila terminal baterai berkarat bersihkan dengan air hangat, 
    kemudian terminalnya diamplas atau disikat.
Bagian-bagian yang di periksa :
1.Periksa kotak baterai
  Bersihkan kotak baterai periksa bagian atas, samping dan bawah kotak.
2.Periksa volume electrolite
  Letakan baterai pada tempat yang rata dan periksa volumenya electrolite pada batas Upper dan lower. Apabila kurang tambahkan dengan air suling
3.Periksa lubang penguapan pada tutup baterai.
  Dengan menggunakan tekanan udara kompresor tiupkan udara pada lubang penguapan udara
4.Periksa berat jenis BJ electrolite
  Dengan menggunakan Hydrometer periksalah BJ electrolite, normal 1.260-1.280 pada suhu 25o C perbedaan setiap sel < dari 0.025
5.Periksa terminal baterai/pole baterai
  Bersihkan terminal baterai dari kotoran maupun minyak/vat dengan air hangat (bila perlu) kemudian 

Jumat, 28 Maret 2014

bahaya kebakaran

MENCEGAH DAN MENANGGULANGI KEBAKARAN


LATAR BELAKANG
      Kebakaran disuatu tempat sangat merugikan orang, baik secara pribadi, kelompok, umum dan Nasional, oleh karena itu perlu dihindari terjadinya suatu kebakaran. Apabila hal ini tidak mungkin dihindari, maka perlu penanggulangan. Penanggulangan Kebakaran diperlukan adanya peralatan Proteksi yang memadai.
     Penanggulangan ditempat Kerja sebenarnya telah diatur melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I No.KEP.186/MEN/1999, tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.
     Tempat Kerja maksudnya disini adalah ruangan atau lapangan tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, dimana tenaga Kerja bekerja, atau yang sering dimasuki tenaga Kerja untuk keperluan suatu Usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya.

PERMASALAHAN
     1. Bagaimana teknik dan taktik mencegah kebakaran ?
     2. Apa Isi dari KepMen Tenaga Kerja R.I No. KEP/186/MEN/1999 ?

TUJUAN
      Tujuan merupakan yang sangat penting dalam setiap kegiatan atau pekerjaan. Tanpa mengetahui apa tujuan yang akan dicapai, tentu kita tidak mengetahui arah yang harus di tempuh. Maka tujuan makalah ini adalah agar pembaca pada Umumnya dan peserta Kuliah K3 pada khususnya dapat mengetahui dan menerapkan teknik dan taktik mencegah kebakaran di tempat kerja masing-masing.

PEMBAHASAN
MENCEGAH KEBAKARAN DAN MENANGGULANGI KEBAKARAN
Sebelum kita sampai kepada Mencegah dan menanggulangi kebakaran terlebih dahulu kita mengetahui apa itu kebakaran, dan mengetahu jenis-jenis kebakaran sehingga tidak terjadi salah menanggulangi kebakaran itu sendiri. Pengertian Api adalah Persenyawaan kimia secara cepat antara zat pembakar (O2) dengan bahan bakar (padat, cair dan gas ) ditambah dengan Panas, Zat pembakar (O2) diperoleh dari udara disekeliling kita, dimana udara mempunyai unsur kimia sebagai berikut : Nitrogen  : 71 %, Oxigen  : 21 %, Helium atau unsur lain : 1% . Jadi kebakaran adalah Api yang tak dapat dikontrol atau dikuasai.

1.  Jenis-jenis kebakaran
Kebakaran dapat terjadi disebabkan oleh berbagai factor seperti : Kelalaian manusia,  Perbuatan segaja, Main-main, Akibat panas mekanik, Akibat penyalaan yang tiba-tiba dari gas mudah terbakar, Akibat arus listrik, akibat penyalaan sendiri dari sinar matahari yang difokuskan dan akibat petir.
Jenis  api  kebakaran  dapat  dibedakan   menurut  kelas-kelas  asal  apinya   yaitu
sebagai berikut :
Ø  Api kelas A
      Yaitu api yang ditimbulkan kebakaran benda padat seperti kayu, kertas,
       Tekstil, plastic dan sebagainya     
Ø  Api kelas B
       yaitu api yang ditimbulkan kebakaran benda cair seperti bensin, minyak
       lampu, solar, cat, ter, terpentin, dan sebagainya
Ø  Api kelas C
      Yaitu api yang ditimbulkan kebakaran akibat arus listrik.
Ø  Api kelas D Yaitu api yang ditimbulkan dari logam seperti potassium, sodium, magnesium dan sebagainya.

2.Alat-alat pemadam kebakaran
      Pada zaman dahulu sebelum terdapat alat-alat dan bahan-bahan pemadam api kebakaran secara penemuan baru, telah digunakan orang alat-alat dan bahan pemadam api kebakaran yakni : Tangga untuk memanjat mencapai bahan yang terbakar tongkat berkait untuk menarik dan mendorong agar bangunan yang sedang terbakar runtuh, pasir dengan sekopnya untuk menimbun sumber nyala api supaya segera padam atau karung goni yang dibasahi air.
Tetapi tidak sembarangan api yang dapat dipadamkan dengan satu jenis pemadam kebakaran. Air dan pasir/tanah adalah bahan murah dan paling baik untuk memadamkan api, tetapi tidak dapat digunakan pada segala macam kebakaran, air boleh dipakai untuk memadamkan kebakaran yang disebabkan kayu, kertas, kain plastic dan benda-benda sejenisnya. Sedangkan untuk kebakaran jenis minyak sebaiknya menggunakan bahan kimia yang sudah tersediah dalam tabung-tabung extinguisher dan dijual ditoko-toko alat pemadam kebakaran, seperti Yamato atau extinguisher dan sebagainya. Untuk kebakaran yang diakibatkan arus listrik sebaiknya digunakan Dry Powder extinguisher.
  Pada setiap tabung kebakaran ( extinguisher ) selalu diberi keterangan, baik tipe maupun penggunaannya seperti :
  • Tabung bersimbol huruf A yang terletak dalam segitiga warna hijau, dapat dipakai untuk memadamkan kebakaran dari kayu, kertas, kain ,plastic dan sebagainya
  • Tabung dengan bersimbol huruf B didalam persegi panjang berwarna  merah dipergunakan untuk memadamkan kebakaran dari jenis minyak, cat, ter, terpentin dan sebagainya.
  • Tabung  dengan bersimbol huruf C di dalam lingkaran berwarna biru, dapat dipakai untuk memadamkan api listrik, atau api  akibat terbakarnya isolasi listrik, atau pemadaman terhadap panel sekelar-sekelar, motor-motor listrik dan sebagainya.
  • Tabung bersimbol huruf D di dalam  bintang yang berwarna kuning, dipakai untuk memadamkan api kebakaran yang diakibatkan oleh logam, seperti magnesium, potassium, sodium, titanium, dan  sebagainya.
  • Setiap api kebakaran dapat dipadamkan tetapi tidak sejenis cara memadamkannya. Kesalahan dari pada cara memadamkan ini mengakibatkan bahaya yang lebih besar, api akan makin berkobar terus.
  Alat-alat pemadam kebakaran yang mengamankan ruangan, termasuk adanya pintu darut, yaitu untuk mengatasan dan penyelamatan diri dari bahaya kebakaran dan bahaya keruntuhan karena gempa dan sebagainya. Semua orang yang berada di lingkungan ruang bengkel dapat segera mengenal gejala-gejala kebakaran dari bahan yang mudah terbakar, mengenal jenis api, mengenal alat-alat pemadam kebakaran dan mengenal alat-alat tanda.
Kebakaran, harus trampil pula menghindari bahaya kebakaran, trampil menyelamatkan jiwa, trampil menyelamatkan dokumen dan barang-barang yang berharga dan sebagainya 

3. Mencegah Kebakaran dengan mengenal Alat-alat Tanda  Bahaya
a. Fire Alarm
        Pada Umumnya  alat ini  berbentuk bundar atau persegi empat berwarna marah dan memakai kaca disertai alat pemukul. Pada alat ini bertulisan IN CASE OF FIRE BREAK GLASS dan pada umumnya dipasang disetiap bangunan bengkel.
        Bila kaca penutup bel dipecahkan, maka berderinglah dengan terus menerus lonceng bahaya itu sebagai tanda adanya kebakaran.
b. Fire lock ( Safety Sequrity )
Fire lock berupa papan dari baja pelat. Pada alat ini dapat terlihat dengan jelas tanda-tanda warna yang disesuaikan dengan bangunan-bangunan bengkel. Bila terjadi kebakaran di salah satu bengkel, maka menyalalah warna sebagai tanda di bengkel itu. Pemasangan papan tanda warna atau fire lock ini berdekatan dengan fire alarm.
c. Lonceng Besi
           Lonceng ini dapat dibuat dari potongan besi yang digantungkan. Bila terjadi kebakaran hendaknya dipukul 2 kali berulang-ulang sebagai tanda pemberitahuan
d. Photoelectric Detector
Photoelectric Detector adalah alat untuk mendetecsi adanya api
e. Dengan lisan atau suara,
        Hal ini digunakan un tuk meminta pertolongan dari yang berada pada tempat itu atau dari petugas-petugas keamanan, berteriak memberitakan adanya kebakaran dan memohon bantuan.
4. Menanggulagi   Kebakaran menurut kelas-kelasnya.
Ø  Kelas A
      Untuk Jenis Api kelas A  yaitu kebakaran bahan padat, seperti : Kayu, bambu, tekstil, kertas, karet, aspal, sampah dan sebagainya.
a.  Bila kebakaran masih kecil, gunakanlah alat atau bahan pemadam kebakaran seperti : karung basah, pasir, atau alat Air Pressurized Water extinguisher.
b. Bila api kebakaran telah besar, gunakan langsung semburan air atau hydrant didahului dengan cara menjauh semua bahan atau barang yang berdekatan dengan sumber api, supaya tidak menjalarkan api.
c.  Bila menurut dugaan tidak mampu diatasi oleh karena semakin besarnya api, segera laporkan ke instansi pamadam kebakaran.
Ø  Kelas B
      Untuk jenis api kelas B, yaitu kebakaran bahan cair, misalnya seperti bensin,     solar, Minyak lampu, asam belerang dan sebagainya.
a.  Bila api masih cukup kecil, gunakan alat atau bahan pemadam seperti karung goni atau barang basah, pasir atau Sebaiknya gunakan Gas Carbon Dioxide Extinguishers (Pemadam Api Gas Asam Arang), tetapi dilarang menggunakan semburan air karena dapat mempercepat menjalarnya api ketempat lain.
b.  Bila ternyata cairan yang terbakar sudah habis, sedang api kebakaran semakin membesar dan pindah ke benda lain atau pindah ke tempat lain, segaralah pergunakan semburan air atau hydrant.

Ø  Kelas C
   Untuk jenis Api kelas C, yaitu kebakaran akibat Listrik
a.  Putuskan semua hubungan arus listrik yaitu semua sakelar di ruangan,   terutama hubungan di induk atau gardu.
b. Bila diragukan bahwa arus listrik masih ada, lebih-lebih semua hubungan listrik belum diputuskan janganlah menyemburkannya dengan air atau cairan lainnya, sebab akan mengakibatkan celaka akibat kejutan listrik, gunakanlah tabung pemadam yang besimbol huruf C didalam lingkaran yang berwarna biru, yang di dalamnya terdapat tepung untuk pemadam secara kimia, atau Gas Carbon Dioxide Extinguisher.
Ø  Kelas D
                  Untuk jenis Api kelas D, yitu akibat panas Logam
a.  Bila kebakaran masih kecil, gunakan alat atau bahan pemadam alat fire extinguisher. kebakaran seperti : karung basah, pasir, atau
b. Bila api kebakaran telah besar, gunakan langsung semburan air atau hydrant didahului dengan cara menjauh semua bahan atau barang yang berdekatan dengan sumber api, supaya tidak menjalarkan api.
        c.  Bila  menurut  dugaan  tidak   mampu  mengatasi    kebakaran. Oleh  karena
             semakin besar api, segera laporkan ke instansi Pemadam kebakaran.
5. Langkah-Langkah ketika tarjadi kebakaran
a.  Kuasailah atau atasilah manusia yang ada di tempat kejadian dalam usaha memadamkan api kebakaran selama masih mampu mengerjakan
b.  Bunyikan bel atau lonceng dengan jalan memecahkan kaca fire alarm yang terdekat untuk memberitahukan adanya bahaya kebakaran.
c.  Laporkan kejadian di tempat kejadiannya kebakaran oleh salah seorang petugas jaga atau piket ke kantor atau pemimpin untuk mendapatkan bantuan dari dalam dan luar.
d. Hentikan semua kegiatan pekerjaan, hentikan pula semua mesin mesin danputuskan semua aliran listrik, tutup dan amankan semua tempat-tempat gas.
e.  Bukalah semua pintu keluar dan keluarkan semua orang atau pekerja yang tidak bertindak mengatasi kebakaran.
f.  Tempatkan semua orang yang keluar itu di suatu tempat yang tenang dan aman, segeralah dipanggil menurut daftar hadir. Bila ternyata seseorang tidak ada dalam panggilan, segeralah teliti dimana orang itu.
g.  Semua regu dan semua orang yang diberi tugas khusus kebakaran : bekerja dalam keadaan tabah dan lancer.

DAFTAR JENIS TEMPAT KERJA BERDASARKAN KLASIFIKASI POTENSI BAHAYA

KLASIFIKASI
JENIS TEMPAT KERJA
Bahaya Kebakaran Ringan
Tempat kerja yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar rendah, dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas rendah sehingga menjalarnya api lambat
  • Tempat ibadah
  • Gedung/ruang Perkantoran
  • Gedung/ruang Pendidikan
  • Gedung/ruang Perumahan
  • Gedung/ruang Perawatan
  • Gedung/ruang Restoran
  • Gedung/ruang Perpustakaan
  • Gedung/ruang Perhotelan
  • Gedung/ruang Lembaga
  • Gedung/ruang Rumah sakit
  • Gedung/ruang Museum
  • Gedung/ruang Penjara
Bahaya Kebakaran Sedang I
Tempat kerja yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar sedang, menimbun bahan dengan tinggi tidak lebih dari 2,5 meter dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sedang
  • Tempat Parkir
  • Pabrik Elektronika
  • Pabrik roti
  • Pabrik barang gelas
  • Pabrik minuman
  • Pabrik permata
  • Pabrik Pengalengan
  • Binatu
  • Pabrik susu
Bahaya Kebakaran Sedang II
Tempat kerja yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakara sedang, menimbun bahan dengan tinggi lebih dari 4 meter dan apbila terjadi kebakaran melepaskan panas sedang sehingga menjalarnya api sedang
  • Penggilingan padi
  • Pabrik bahan makanan
  • Percetaqkan dan penerbitan
  • Bengkel mesin
  • Gudang pendinginan
  • Perakitan kayu
  • Gudang perpustakaan
  • Pabrik barang keramik
  • Pabrik tembakau
  • Pengolahan logam
  • Penyulingan
  • Pabrik barang kelontong
  • Pabrik barang kulit
  • Pabrik tekstil
  • Perakitan kendaraan bermotor
  • Pabrik kimia (kimia dengan kemudahan terbakar sedang)
  • Pertokoan dengan pramuniaga kurang dari 50 orang
Bahaya kebakaran Sedang III
Tempat kerja yang mempuyai jumlah dan kemudahan terbakar tinggi, dan apabia terjadi kebakaran melepaskan anas tinggi, sehingga menjalarnya api cepat
  • Ruang pameran
  • Pabrik permadani
  • Pabrik makanan
  • Pabriksikat
  • Pabrik Ban
  • Pabrik Karung
  • Bengkel mobil
  • Pabrik sabun
  • Pabrik tembakau
  • Pabrik lilin
  • Studio dan pemancar
  • Pabrik barang plastik
  • Pergudangan
  • Pabrik pesawat terbang
  • Pertokoan dengan pramuniaga lebih dari 30 orang
  • Penggergajian dan pengolahan kayu
  • Pabrik makanan kering dari bahan tepung
  • Pabrik minyak nabati
  • Pabrik tepung terigu
  • Pabrik pakaian
Bahaya kebakaran Berat
Tempat kerja yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar tinggi, menyimpan bahan cair
  • Pabrik kimia dengan kemudahan terbakar tinggi
  • Pabrik kembang api
  • Pabrik korek api
  • pabrik cat
  • Pabrik bahan peledak
  • Penggergajian kayu dan penyelesaannya menggunakan bahan mudah terbakar
  • studo film dan televisi
  • Pabrik karet buatan
  • Hanggar pesawat terbang
  • Penyulingan minyak bumi
  • Pabrik karet busa dan plastik busa
 KESIMPULAN DAN SARAN
 Kesimpulan
            Dari uraian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut  :
            1.   Setiap orang hendaklah tau tanda-tanda kebakaran
            2.    Dapat mengenal alat-alat kebakaran                     
3.    Mengerti/ tau teknik dan taktik mencegah kebakaran
4.    Dapat menanggulangi kebakaran dengan tepat, sesuai dengan jenis-jenis
       kebakaran yang terjadi.
Saran
            Berdasarkan kesimpulan diatas penulis menyarankan  :
1.  Pelajaran K3 hendaklah dimuat pada kurikulum sekolah tidak hanya pada kurikulum sekolah kejuruan saja.
2.   Sosialisasi K3 harus  dilakukan pada  setiap orang  yang mau  memasuki suatu
      pekerjaan baik pada saat trening maupun pelatihan sesudah bekerja.


Daftar Rujukan

Fahmi Idris, 1999, Keputusan Menteri tenaga Kerja RI No. KEP.186/MEN/1999,
                               Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia.
         Tia Setiawan dkk, 1981, Keselamatan Kerja dan Tata laksana Bengkel, Jakarta
                               DepdikBud Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.
        Joko Kustono, 2005, CD , Universitas Negeri Malang.



Kamis, 07 Oktober 2010

OLIMPIADE SAIN TERAPAN NASIONAL

OSTN Prov. jateng di laksanakan di UNDIP.
tanggal 7 sampai dengan 10 oktober 2010.
mata lomba yang di selenggarakan adalah Kimia, fisika, biologi, matematika, IT.
SMKN 2 kendal mengirimkan 8 peserta untuk 4 mata lomba.
semoga succes. semuanya.

Selasa, 02 Maret 2010

bagaimanakah desain otak manusia??

Saat kita merenung, cobalah pertimbangkan teori yang saya dapat bahwa otak manusia ternyata di design untuk mencari nikmat dan menghindari sengsara. Nah berdasarkan teori tersebut, saat kita merenung, cobalah bayangkan betapa sengsaranya kita kalau kita tidak melakukan perubahan apapun dimana kita tetap akan merasakan kemacetan dijalan, penuh sesaknya bila naik kendaraan umum, kurangnya waktu kita untuk keluarga, himpitan hutang yang semakin membengkak , dan kesengsaraan lain yang akan kita hadapi bila kita tidak berubah dan dibarengi dengan emosi yang dahsyat agar perasaan sengsara tersebut benar-benar mengganggu alam bawah sadar kita. Begitu juga sebaliknya saat kita membayangkan keindahan kehidupan kita bila kita mau melakukan perubahan dan juga harus dibarengi dengan emosi yang kuat sehingga alam bawah sadar kita akan membantu mengarahkan diri kita untuk mencapai kenikmatan yang sudah kita bayangkan dan menghindari kesengsaraan yang juga sudah kita bayangkan.

Cobalah lakukan hal tersebut di saat kita dalam kondisi rilek dan lakukan beberapa kali dengan memanggil emosi dalam diri kita supaya segera terjadi perubahan yang kita inginkan didalam diri kita. Karena ada orang bijak yang mengatakan, kalau kita bisa menguasai diri kita, maka kita akan bisa menguasai dunia. Untuk menguasai diri kita, kita harus bisa berbicara dengan alam bawah sadar kita yang menguasai 86%-90% dari diri kita dimana alam bawah sadar bertugas untuk melindungi diri majikannya (diri kita) dari kesengsaraan dan mencari kenikmatan yang diinginkan.Semoga bermanfaat.

Senin, 01 Maret 2010

TENTANG MALAYSIA?????

Sering kita mendengar berita-berita miring tentang Malaysia. Dan bagaimana yang sebenarnya tentang malaysia itu sendiri?
sedikit akan kami sampaikan gambaran tentang malaysia. Pengalaman dan informasi ini kami dasarkan kenyataan dari pengamatan selama belajar di malaysia.
Tahun 2006, 2007 tepatnya di Universitas Tun Husein On Malaysia, Parit Raja, Batu Pahat, Johor Bahru, bersama 29 orang teman dan saudara-2 dari Indonesia dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu.
Banyak yang di dilihat dan di rasakan kehidupan yang ada di sana. Kehidupan pendidikan, secara prinsip lebih maju dari kita walaupun mereka bilang bahwa Pendidikan yang ada adalah meniru Indonesia. Hal ini mereka sadari bahwa sebagian besar rakyatnya dr rumpun melayu. Sebagian besar pula berasal dr Indonesia. Maka mereka menganggap bahwa yang paling tepat adalah meniru Indonesia sebagai saudara tuanya. Tapi yang perlu di garis bawahi adalah: 1) mata pelajaran/mata kuliah yang harus di pelajari tidaklah terlalu banyak. sehingga dapat dikatakan pendidikannya sangat fokus sesuai dengan bidang ilmunya. 2) Fasilitas Pendidikan memang lebih maju dikarenakan kemauan pemerintah untuk mencerdaskan rakyatnya. Hal ini di buktikan bahwa pemerintah mau membiayai rakyatnya untuk biaya sekolah/kuliah. Rakyat yg belum mampu secara financial, pemerintah akan memberikan pinjaman, kemudian akan mengembalikan secara di cicil setidaknya setelah lulus 6 bulan. 3) Tujuan pendidikan yang ada cukup jelas. seperti pendidikan setingkat SMK misalnya. bahwa lulusannya bukan di arahkan sebagai tenaga kerja/kuli. Tetapi sebagai managerial dan tenaga ahli. Hal ini di buktikan bahwa pembelajarannya tidak menganut kompetensi. mereka berprinsip bahwa tenaga kerja/kuli mempunyai harga yang murah. dan hal ini mereka anggap dapat didapat dr negara2 tetangga yg mempunyai penduduk banyak.
di bidang kebudayaan sering kita dengar bahwa banyak hasil budaya dan kerajinan kita di klaim Malaysia. kita tdk menyalahkan merka, karena mereka juga asli Indonesia dan ada di kehidupan nya jg masih terawat dengan baik. sedangkan di kehidupan kita hampir dikatakan sdh tdk terawat dg baik karena masyarakat kt lebih tertarik dg budaya barat yg katanya lebih modern.
Di bidang Sosial Kemasyarakatan, mereka lebih menghargai dan lebih toleransi. hal ini di buktikan dg cara mereka berlalu lintas. walupun tk ada polisi di jlan raya warga akan tetap patuh terhadap aturan. tk ada kebut2an, tk ada yg menyerobot di persimpangan, angkutan umum tk ada yg berhenti selain di halte. dan budaya antri sangat kental. Tetapi kt sering mendengar adanya TKI yg di aniaya/bermasalah. berkenaan dg hal ini kt jangan menyalahkan pihak lain. hal ini karena kesalah kita. diantaranya kesalahan di surat2 palsu seperti paspor dan visa yg berlaku, keahlian yg di miliki tdk sesuai, sikap dan mental yg kurang baik. Untuk itu sebelum ke luar negri siapkan segalannya dg baik.
itulah sekilas yg saya sampaikan. sebenarnnya ingin menyampaikan lebih banyak lagi tp keterbatasan yg akhirnya mengakhiri.

Kamis, 14 Mei 2009

OLAH RAGA TRADISIONAL HARUS DIPERTAHANKAN KEBERADAANYA

YANG HARUS DI PERTAHANKAN DAN DI KEMBANGKAN MASYARAKAT INDONESIA....


Menpora Adiaksa Daud melaului debuti mentri membuka invitasi olah raga tradisional tingkat nasional ke II di pelataran candi borobudur, magelang, jawa tengah.

Acara dibuka jam 10.00 tangal 11 Mei 2009 dengan diikuti oleh seluruh kontingen yang mewakili masing-masing propinsi se-Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung 11 s/d 12 mei dengan mata lomba yang dipertandingkan diantaranya: Dagongan putra, Egrang Putra, Trompah Panjang dan Hadang untuk kelompok Putri.


Sebagai Juara umum adalah Kal-Tim.
Kegiatan ini akan akan berlanjut setiap 2 tahunan yaitu pada tahun ganjil.

Selasa, 08 April 2008

perjalan tugas belajar

Antara ya dan Tidak.
aku harus berangakat.sebenarnya sudah mengajukan untuk mengunduran diri dari tugas belajar keluar negeri.tetapi kalau mundur diminta juga mundur dari pasca.inialh dilema yg harus aku jalani.
Akhirnya akupun berangkat walau aku tahu diperlukan biaya yg tidak sedikit
Hari Sabtu tanggal 4 Agustus 2007 jam 09.00 aku erangkat dari rumah, menuju ke malang.Jam 02.00 aku ertolak ke Surabaya. dan jam 06.00 aku meninggalkan surabaya menuju batam. menginjakan kaki di batam sekitar jam 09.00 wib. kemudian menuju pelabuhan bandar raya. tepat jam 12.00 aku bertolak meninggalkan tanah air menuju pelabuhan situlang laut dengan kapal samudra. sekitar pukul 15.00 sampailah di pemeriksaan imigrasen situlang laut.

kemudian sekitar pukul 17.00 wib/18.00 waktu malaysia kami dijemput petugas dari UTHM batu pahat.





sampai di batu pahat kita makan dulu di kedai makan. sesaat kemudian kami sampai di asrama mahasiswa wisma kediaman perwira jl pangsa puri kampung dinding ,parit raja, batu pahat, johor. dan aku, b. tri, bambang hp menempati 1 kamar. muali saat itulah kami resmi mulai hidup di negeri jiran.









ANALISA DAN PERBAIKAN KOPLING

I. Diagnosa dan Perbaikan Kerusakan Kopling. Memelihara kopling dapat dibagi menjadi tiga jenis :\ a. Pemeliharaan preventif. Memeriks...